Kamis, 01 September 2016

Transaksi Kupon Barang Elektronik

Jadi tertarik untuk menuliskan pengalaman yang satu ini karena beberapa waktu yang lalu terjadi lagi meski di lain tempat. Aku tidak tau nama sistemnya tapi biar aku jelaskan alurnya dari awal. Ceritanya pada zaman dahulu ketika baru ada masa pra kuliah alias matrikulasi aku diajak teman untuk nge-mall. Setelah berkeliling keliling muter muyer naik turun seisi mall aku ditarik oleh seorang pemuda dengan memberikan bingkisan. Pemuda itu berkata “ini mbak saya kasih bingkisan gratis, tapi saya mau minta data mbaknya untuk laporan, jadi mbak ikut saya ke stand kami” dengan polosnya kami mengikuti pemuda itu. Kami berkenalan ditanya banyak hal kemudian dia mengenalkan perusahaannya. Dia bilang bahwa itu adalah toko elektronik yang baru buka dan menawarkan diskon mulai 60% hingga 90% plus gratis alat elektronik tertentu lainnya.
Sebelumnya pemuda itu menunjukkan pada kami daftar harga-harga barangnya dan mencontohkan harga sebuah kulkas jika tidak salah waktu itu sekitar 9juta dengan diskon 90%. Itu berarti kami hanya akan membayarnya dengan harga 900.000 saja pun dengan barang elektronik pilihan gratis. Daftar yang ditunjukkan pada barang yang bisa diberikan secara gratis diantaranya adalah seterika, bleder, mixer, kipas angin, dll. Sedangkan barang yang kita dapat namun masih bayar dengan diskon tertentu diantaranya kulkas, tv, kompor listrik, dvd, laptop, alat olahraga, dll. Kertas yang dipegang oleh pemuda itu terdapat gambar-gambar barang yang ditawarkan dan ada penjelasan diatas gambar barang ada nomor-nomor seri yang katanya sudah ada diantara amplop-amplop akan kami ambil salah satunya nanti, dibawah gambar-gambar ada harga asli barang yang nantinya itu adalah harga yang tidak berlaku karena kami akan mendapat potongan harga. Singkat cerita kami ditawarkan untuk menukarkan bingkisan tadi dengan kupon yang diacak yang isinya adalah kami berhak mendapat dua alat elektronik yang mana satu dari dua tersebut adalah gratis dan satunya tidak gratis tapi membayar dengan diberikan potongan harga sebesar 60-90% tergantung produk dan keterangan dari kupon yang akan didapat nanti.
Pemuda itu juga menjelaskan beberapa syarat diantaranya jika mendapat hadian atau beruntung, barang tidak bisa diuangkan, tidak bisa dibatalkan, dan tidak bisa ditukar dengan barang yang lain. Peraturannya adalah kami mengambil sebuah undian yang dibungkus amplop-amplop ukuran sedang satu kali untuk mendapatkan hadiah yang gratis kemudian jika kami mengambil hadiah tersebut mewajibkan kami untuk mengambil kupon kedua dengan membayar sekian persen saja. Kupon pertama teman-teman memintaku untuk mengambilnya. Muncul beberapa digit nomor kemudian mencocokkan dengan nomor yang ada di lembaran yang dipegang pemuda tersebut, rupanya kami (merasa) sedang beruntung mendapatkan sebuah seterika gratis. Pemuda tersebut menanyakan apakah kami akan mengambilnya atau tidak, maka kami sepakat mengambilnya karena kami pikir kami akan membutuhkannya di asrama nanti. Kupon kedua dua temanku memintaku yang memilihnya lagi dengan harapan tanganku benar-benar sedang beruntung. Kemudian kupon kedua berisi nomor seri yang cocok dengan kompor listrik. Kami masih bahagia. Kami sedikit berdiskusi “Kita kan gak butuh kompor listrik, barangkali kita bisa menjualnya dan hasilnya kita bagi-bagi nanti, sedangkan seterika kita bisa pakai di asrama gantian.” Deal!!! Kami menyetujuinya.
Dalam kupon tertera 35% yang kami harus bayar dari kompor dengan harga awal 4.000.000 (potongan 65%) sehingga kami hanya membayar dengan 35% yakni sekitar 1.400.000 plus seterika gratis. Masih merasa bahagia!. “Betewe aku gak punya duit loh” celetukku “Aku jugaa” teman satu. Kemudian satu teman lagi berkata “Aku ada sih, gak papa kalo aku yang bayar dulu tapi nanti kalian tetep iuran ya..” “OKE” Lagi-lagi kesepakatan dibuat diluar stand. Kami masuk lagi untuk menyetujui semuanya dan membayarnya.
Di perjalanan pulang kami (masih) merasa bahagia dan berbincang-bincang rencana penjualan kompor listrik yang kami dapat hari itu. Jual manual apa jual online? Mau ngambil keuntungan berapa juta? Hari itu memang sedang lelah sehingga perbincangan kami harus diteruskan keesokan harinya. “kalo kita jual 3juta aja kita udah lumayan banyak untungnya loh, daripada jual 4juta yang seharga toko asalnya” kata salah seorang temanku. Aku sibuk browsing harga-harga yang dijual di toko online untuk kategori kompor listrik, barangkali bisa dijadikan pertimbangan harga. “Mampus!!! Kompor listrik harganya Cuma sekitar 100.000 sampe 500.000 gengs!!” kataku lemes. “Jadi kita udah ketipu nih ceritanya?”

Yap!! Benar sekali, aku semakin yakin setelah kejadian yang hampir terjadi lagi itu. Aku belum pernah mendengar istilah dalam jual-beli yang semacam itu, yang biasa terdengar direct selling, MLM, dan jual-beli biasa. Tapi yang itu? Hahahaha jangan pernah percaya dengan orang yang menawarkan bingkisan kecil bersampul cantik di manapunn terutama mall ya!! Mungkin seharusnya saya melapor kepada pimpinan pihak mall bahwa ada transaksi semacam itu di salah satu stand-nya, tapi siapalah aku? Dikenal juga kagak, gak punya ahli hukum dll. So, tidur aja sambil mengutuk kesalahan sendiri, sambil berpikir banyak tentang kemungkinan-kemungkinan isi amplop yang lain adalah tulisannya sama, sambil berpikir kemungkinan elektronik yang dipajang hanyalah hiasan belaka, sambil berpikir bagaimana hukum dalam transaksi seperti ini, sambil berpikir sepertinya menarik untuk diteliti dalam skripsi. Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar